Perbedaan Mazhab dalam Berumah Tangga

Mayoritas muslim di Indonesia, tidak mengerti apakah ia termasuk dalam suatu mazhab, atau golongan tertentu. Secara generalisasi, masyarakat muslim di Indonesia, hanya tau menjalankan ibadah dan berdakwah berdasarkan Al-quran dan Hadits.

Perkembangan dakwah islam, secara garis besar dibagi menjadi 2 denominasi, yaitu : Sunni dan Syi’ah. Untuk penyebarannya, Sunni, dari beberapa sumber, berjumlah 70%-90% dari pemeluk Islam didunia. Dan sisanya shia sekitar 10%-20% iikuti dengan Ahmadiyah dan lain-lain. Scholar atau dapat diartikan dengan “cabang” Sunni sendiri merupakan mayoritas yang dianut oleh kebanyakan penduduk muslim di Negara-negara di Asia Tenggara, Asia Selatan, Afrika, dan juga mayoritas persatuan Dunia Arab. Sedangkan Syi’ah, lebih banyak dianut oleh pemeluk Islam di Iran, Iraq, Lebanon, Azerbaijan, Bahrain dan sebagian kecil dari Pakistan.

Populasi Sunni dan Shia di Dunia

Pengertian secara harfi’ah-nya, Ahl al-Sunnah wa al-Jama’ah atau yang lebih dikenal dengan Sunni adalah Sekelompok orang yang mengikuti sunnah dan berpegang teguh dengannya dalam seluruh perkara yang Rasulullah berada di atasnya dan juga para sahabatnya. Oleh karena itu Ahlus Sunnah yang sebenarnya adalah para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam dan orang-orang yang mengikuti mereka sampai hari kiamat. Dalam penyebaran secara Fiqh, Sunni sendiri, mempunyai empat Mazhab, yaitu : Mazhab Hanafi, Mazhab Hambali, Mazhab Syafi’I dan Mazhab Maliki. Sebenarnya, perbedaan yang ada pada setiap mazhab tidak bersifat fundamental. Perbedaan mazhab bukan pada hal Aqidah (pokok keimanan) tapi lebih pada tata cara ibadah.

Ilustrasi empat Madzab dalam Ahl al-Sunnah wa al-Jama'ah

Ilustrasi empat Madzab dalam Ahl al-Sunnah wa al-Jama’ah

Saya dan suami membangun rumah tangga InshAllah berdasarkan Al-quran dan Hadist. Tetapi dikarenakan kami berasal dari Negara yang berbeda, serta berbeda pula cara penyebaran dakwah Islam-nya, kami memiliki pandangan berbeda dalam melakukan ibadah kami. Saya yang berasal dari Indonesia, tumbuh dan besar dari ajaran Islam bermadzab Syafi’I, dan suami saya, berasal dari Turki, yang notabene-nya bermazhabkan Hanafi. Sebelum kami memutuskan untuk berumah tangga, Isu ini menjadi salah satu yang kami sempat perbincangkan. Karena akan meyangkut dalam peribadatan kami sehari-hari.

Setelah saya hidup bersama untuk kurang lebih 8 bulan, Alhamdulilah tidak ada hal yang begitu signifikan terjadi saat kami melakukan ibadah. Memang kami menemukan beberapa perbedaan kecil, seperti : Dalam mazhab hanafi, hewan atau binatang laut yang boleh dimakan hanya ikan saja. Tetapi, dalam mazhab Syafi’i semua hewan laut boleh dimakan. Ada juga hal lain, dalam mazhab Hanafi shalat witir menjadi shalat yang wajib dikerjakan dan juga shalat rawatib menjadi shalat sunnah yang paling utama. Sedangkan dalam mazhab Syafi’I shalat witir merupakan salat sunnah. Namun, perbedaan-perbedaan tersebut tidak membuat kami jadi memaksakan kehendak satu sama lain. Suami saya pun tidak pernah memaksa saya untuk, selalu solat witir yang dianggapnya wajib. Saya pun, saat kangen dengan masakan seafood Indonesia, seperti udang, kepiting atau kerang, akan saya makan untuk diri saya sendiri, dan memasakan makanan yang lain untuk suami. Selain itu, dalam peribadatan solat juga terdapat sedikit perbedaan, dalam mazhab Syafi’I, Gerakan dalam mengucap “Allahu Akbar” (Sambil memperagakan bagaimana bertakbiratul iharam) dilakukan disetiap memulai rakaat, tetapi, dalam mazhab hanafi, gerakan tersebut hanya dilakukan pada rakaat pertama. Biar pun kami ada sedikit perbedaan dalam beribadat, untuk kami berdua, aqidah tetap nomor satu diutamakan.

Disinilah indahnya perbedaan mazhab, ilmu keislaman kita menjadi lebih kaya, dan lebih toleransi terhadap sesama makhluk Allah. Lebih pengertian dan ikhlas menjalankan rumah tangga, menjadi kunci sukses berumah tangga terutama dalam perbedaan mazhab, InshAllah.

2 thoughts on “Perbedaan Mazhab dalam Berumah Tangga

  1. perkahwinan adalah ibadah. perbezaan mazhab tidak menjadi halangan kepada sesiapa yang sudah jodohnya .

    Saya tidak menjadi masalah dalam mazhab . saya asalnya shafie dan suami hanafi sama seperti mbak .

    saya komen di sini untuk bakal- bakal pasangan yang akan berkahwin berlainan mazhab supaya jangan ragu- ragu untuk mendirikan rumah tangga . Ia penting sekali mengikut ajaran islam yang betul berpandukan kitab alquran .

    saya juga insan yang jahil

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s